Regina So 

Home with care...

News

view:  full / summary

Apa tanggapan kalian dengan kasus berikut

Posted by Rere.So11 on May 20, 2013 at 1:30 AM Comments comments (0)

KPK Bantu Polri Usut Rekening 'Gendut' Aiptu Labora

Anggota Polda Papua itu miliki transaksi mencurigakan Rp1,5 triliun.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/05/18/205602_aiptu-labora-sitorus_663_382.jpg" />

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin 20 Mei 2013 menyatakan, akan melakukan pengawasan terhadap kasus rekening gendut oknum anggota polisi, Aiptu Labora Sitorus. Anggota Polda Papua itu diduga memiliki transaksi mencurigakan senilai Rp1,5 triliun.

 

"KPK sudah diskusi dengan PPATK dan juga Polda Papua soal tersangka LS," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

 

Kasus Aiptu Labora Sitorus menarik bukan hanya karena nilai transaksi yang fantastis di rekening anggota polisi. Tapi juga berkaitan dengan beberapa kasus illegal logging yang terdakwanya dibebaskan di pengadilan.

 

"Jadi KPK dalam konteks koordinasi, akan membantu Polda Papua menangani kasus ini," ujar Bambang.

 

Pekan lalu, kata Bambang, KPK telah membuat program pelatihan peningkatan kapasitas penegak hukum di Polda Papua. Acara yang merupakan bagian dari program koordinasi dan supervisi diikuti 180 orang peserta yang terdiri dari Polisi, jaksa, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pengawas Keuangan.

 

"Di akhir acara, Polda membentuk Satgas Tipikor dan saya yang melantiknya. Diskusi informal dengan Polda, KPK komitmen untuk support penanganan kasus ini," tegasnya.

 

Seperti diketahui, sepuluh penyidik kepolisian menangkap anggota Polres Raja Ampat Papua, Labora Sitorus, Sabtu 18 Mei 2013 malam. Penangkapan dilakukan paksa karena yang bersangkutan mangkir dari panggilan.

 

Selain itu, Polri juga mempermasalahkan tindakan Aiptu Labora yang sengaja pergi meninggalkan tempat tugasnya di Polres Raja Ampat untuk terbang ke Jakarta tanpa surat izin.

 

Dalam jumpa pers, Jumat kemarin, Labora membantah memiliki puluhan rekening. "Saya hanya punya tiga rekening. Saya tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan," ujarnya.

 

Terkait temuan PPATK soal jumlah transaksi Rp1,5 triliun, Labora mengaku itu transaksi dari dua perusahaan milik keluarganya yang bergerak di bidang kayu dan migas.

 

"Tapi, kalau misalnya ada Rp4 atau Rp5 miliar di beberapa rekening milik saya, itu betul-betul kesepakatan antara keluarga dan saya," katanya. Labora mengaku ada sejumlah dana perusahaan keluarga yang masuk rekeningnya dalam rangka fungsi kontrol. (umi)


Rss_feed